Minggu, 07 September 2014

Permata Di Lautan Sampah

Layaknya sebuah permata yang terpendam selama ini, ia terus bersinar menunjukkan kemilaunya dengan sangat indah, itulah sosok Engkus Kuswaya!

              Seorang tukang sampah yang telah banyak berjasa terhadap masyarakatnya. Tidak hanya menjaga bagaimana agar lingkungannya aman dari sesuatu yang bernama sampah, ia juga telah menyadarkan masyarakat bahwa sampah dapat menghasilkan sesuatu yang sangat bermanfaat bagi kehidupan kita. Tukang sampah, merupakan jalur karier yang dipilihnya, setelah memutuskan berhenti dari pekerjaannya sebagai sopir CPNS. Entah apa yang ada di benak Engkus. Namun ia rela berkutat dengan sampah-sampah di daerah dekat rumahnya, tidak peduli dengan bau yang menyengat di sekujur tubuhnya dan daerah tempat penampungan sampah. Pertama kali diawalinya dengan mengambil sampah di daerah pasar. Ia menikmati hari pertamanya dengan sukacita. Baginya, semua pekerjaan asalkan dilakukan dengan ikhlas, akan kelihatan lebih mudah. Pasar itu memiliki sampah yang berlimpah, bahkan menumpuk tak terurus. Dahulu, ia terbiasa hanya duduk di mobil mewah yang ber-AC dan jarang berhadapan dengan matahari. Sekarang, ia harus terbiasa dengan profesi ini, menjadi tukang sampah.
 
             Pekerjaan yang dilakukan Engkus selama bertahun-tahun akhirnya menarik perhatian PT.Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Kini dengan hadirnya CSR PT.Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, ia merasa kerjanya selama bertahun-tahun bersahabat dengan sampah cukup dihargai. Kerjasama Engkus dengan Indocement diawali dengan beberapa orang yang selalu memperhatikan pekerjaan Engkus dari hari ke hari di lokasi samping Indocement. Mereka menilai bahwa ia memiliki sisi positif yang luar biasa. Sisi positif yang sangat langka ini, dimiliki oleh seorang dari kaum kalangan menengah ke bawah. Namun perjuangannya belum berakhir, sekarang kegiatannya didanai dan difasilitasi oleh tim CSR Indocement. Ia dengan tekun mempelajari segala sesuatunya dengan serius. Kreativitas dan inovatif Engkus untuk membuat sampah menjadi kawan ya baik patut diacungi jempol.
 
             Program CSR Indocement ini sendiri terbagi dalam lima pilar, pendidikan, kesehatan, ekonomi, social dan budaya, serta keamanan lingkungan. Peran Engkus diharapkan mampu memberikan sumbangsih terhadap lingkungan sehingga akan memperkokoh satu di antara lima pilar tersebut. CSR terus membuka UPK Mandiri dapat menjadi tempat pengolahan sampah yang bermanfaat untuk lingkungan sekitarnya. Program UPK Mandiri bertujuan supaya warga sekitarnya lebih peduli terhadap sampah dan mengubah kebiasaan membuang sampah sembarangan.
 
 
 
Sampah yang menggunung di TPS
 
 
 
 
 
Sosok Engkus Kuswaya, Pejuang CSR Indocement
 
 

Hasil Karya Tas Yang Terbuat
Dari Bekas Bungkus Kopi
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar