Seorang tukang sampah yang telah banyak
berjasa terhadap masyarakatnya. Tidak hanya menjaga bagaimana agar
lingkungannya aman dari sesuatu yang bernama sampah, ia juga telah menyadarkan
masyarakat bahwa sampah dapat menghasilkan sesuatu yang sangat bermanfaat bagi
kehidupan kita. Tukang sampah, merupakan jalur karier yang dipilihnya, setelah
memutuskan berhenti dari pekerjaannya sebagai sopir CPNS. Entah apa yang ada di
benak Engkus. Namun ia rela berkutat dengan sampah-sampah di daerah dekat
rumahnya, tidak peduli dengan bau yang menyengat di sekujur tubuhnya dan daerah
tempat penampungan sampah. Pertama kali diawalinya dengan mengambil sampah di
daerah pasar. Ia menikmati hari pertamanya dengan sukacita. Baginya, semua
pekerjaan asalkan dilakukan dengan ikhlas, akan kelihatan lebih mudah. Pasar
itu memiliki sampah yang berlimpah, bahkan menumpuk tak terurus. Dahulu, ia
terbiasa hanya duduk di mobil mewah yang ber-AC dan jarang berhadapan dengan
matahari. Sekarang, ia harus terbiasa dengan profesi ini, menjadi tukang
sampah.
Pekerjaan yang dilakukan Engkus selama bertahun-tahun akhirnya menarik
perhatian PT.Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Kini dengan hadirnya CSR
PT.Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, ia merasa kerjanya selama bertahun-tahun
bersahabat dengan sampah cukup dihargai. Kerjasama Engkus dengan Indocement
diawali dengan beberapa orang yang selalu memperhatikan pekerjaan Engkus dari
hari ke hari di lokasi samping Indocement. Mereka menilai bahwa ia memiliki
sisi positif yang luar biasa. Sisi positif yang sangat langka ini, dimiliki
oleh seorang dari kaum kalangan menengah ke bawah. Namun perjuangannya belum
berakhir, sekarang kegiatannya didanai dan difasilitasi oleh tim CSR Indocement.
Ia dengan tekun mempelajari segala sesuatunya dengan serius. Kreativitas dan
inovatif Engkus untuk membuat sampah menjadi kawan ya baik patut diacungi
jempol.
Program CSR Indocement ini sendiri terbagi dalam lima pilar,
pendidikan, kesehatan, ekonomi, social dan budaya, serta keamanan lingkungan.
Peran Engkus diharapkan mampu memberikan sumbangsih terhadap lingkungan
sehingga akan memperkokoh satu di antara lima pilar tersebut. CSR terus membuka
UPK Mandiri dapat menjadi tempat pengolahan sampah yang bermanfaat untuk
lingkungan sekitarnya. Program UPK Mandiri bertujuan supaya warga sekitarnya
lebih peduli terhadap sampah dan mengubah kebiasaan membuang sampah
sembarangan.
Sampah yang menggunung di TPS
Sosok Engkus Kuswaya, Pejuang CSR Indocement
Hasil Karya Tas Yang Terbuat
Dari Bekas Bungkus Kopi


Tidak ada komentar:
Posting Komentar